#fotoponsel Dalam suatu sambel peté, sudah wajar bahwa peté adalah bahan utamanya. Namun dalam suatu oseng-oseng misalnya oseng tempe, oseng tahu, oseng kangkung, oseng kacang panjang dan oseng oseng lainnya peté hanyalah pendamping dan penyedap saja. Saya ingin ada terobosan baru! Pagi ini saya mencoba membuat pete lebih berperan dengan menjadikannya bahan utama dalam sebuah kolaborasi oseng-oseng. Bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, dan irisan cabai hijau adalah kompone

#fotoponsel Dalam suatu sambel peté, sudah wajar bahwa peté adalah bahan utamanya. Namun dalam suatu oseng-oseng misalnya oseng tempe, oseng tahu, oseng kangkung, oseng kacang panjang dan oseng oseng lainnya peté hanyalah pendamping dan penyedap saja. Saya ingin ada terobosan baru! Pagi ini saya mencoba membuat pete lebih berperan dengan menjadikannya bahan utama dalam sebuah kolaborasi oseng-oseng. Bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, dan irisan cabai hijau adalah komponen yang hadir di selayaknya oseng-oseng. Penyedapnya adalah ebi, sedikit irisan tomat, dan tentu saja garam dan kecap manis. Dan mahakarya pagi ini ternyata rasanya sungguh #cekdug sekali. Silakan kalau penasaran dan ingin mencoba. Namun, sebelumnya marilah kita belajar kepada pete. Kenikmatannya yang bak makanan surga yang hadir di dunia bertolak belakang dengan efek ekskresi setelah makan peté yang menghasilkan pipis dengan bau yang sungguh luar biasa sehingga membuat kita buru-buru ingin menyiramnya agar lenyap dari endusan hidung kita. Demikian pula dengan amal baik kita, sedekah misalnya. Terasa hangat di jiwa, lega di hati. Sayangnya kita sering lupa bahwa ketika me-riya-kan amalan-amalan baik sesungguhnya tak ubahnya seperti enggan menyiram pipis bau pete. Lucu kan, pipis kok ditelusur ke mana arah alirannya??? :v :v :v Kasih LIKE dan SHARE bila anda setuju!

http://ift.tt/1RF0OXk

Powered by Blogger.